Lantik Direksi Perumda Air Minum, Wali Kota Minta Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Cirebon17 Dilihat
Lantik Direksi Perumda Air Minum, Wali Kota Minta Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Kota Cirebon CK 24 – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon. Hal tersebut disampaikan saat pelantikan dan penandatanganan kontrak kinerja Direktur Utama dan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Senin (31/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Sekretaris Daerah, Iing Daiman. Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi dan tim penguji yang telah menjalankan proses seleksi secara objektif, transparan, dan profesional.

Menurutnya, proses seleksi yang baik merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sehat. Karena itu, jajaran direksi yang baru diharapkan mampu melanjutkan fondasi tersebut melalui kinerja yang terukur dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Pelantikan hari ini bukanlah garis finis dari sebuah kompetisi jabatan. Ini adalah titik nol. Titik di mana mulai memikul tanggung jawab untuk membawa perusahaan ini tidak hanya menjadi entitas yang sehat secara neraca, tetapi juga bermartabat dalam melayani publik Kota Cirebon,” ujarnya.

Wali Kota menilai, posisi Perumda Air Minum Tirta Giri Nata sangat strategis karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, air tidak semata-mata dapat dilihat sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga bagian penting dari kualitas kehidupan masyarakat.

“Air bukan sekadar komoditas ekonomi yang bisa dikonversi menjadi angka-angka di laporan akhir tahun. Air adalah peradaban. Air adalah kebutuhan paling asasi,” katanya.

Karena itu, Wali Kota meminta jajaran direksi baru tidak hanya menjadikan keuntungan perusahaan sebagai ukuran keberhasilan. Kesehatan keuangan tetap penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan kemanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menyebut setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian, yakni kualitas dan kontinuitas air yang diterima masyarakat, jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, serta kecepatan perusahaan dalam merespons keluhan pelanggan.

“Profit itu penting untuk kesehatan perusahaan, tetapi kemanfaatan publik harus menjadi tujuan utama,” tegasnya.

Kepada Direktur Utama Andri Satria, Wali Kota meminta agar kepemimpinan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata diarahkan pada transformasi perusahaan. Direktur Utama diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan, meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mempertahankan kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.

Sementara kepada Direktur Umum, Agung Astija, Wali Kota menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang kuat, khususnya dalam administrasi, tata kelola keuangan, sumber daya manusia, serta dukungan operasional.

“Bangun sistem kerja yang tidak bergantung pada figur, melainkan pada standar, prosedur, target, dan indikator evaluasi yang terukur,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa Direktur Utama dan Direktur Umum merupakan satu kesatuan dalam menjalankan manajemen perusahaan. Keduanya harus saling menopang dan membangun kolaborasi agar berbagai target perusahaan dapat dicapai.

“Selamat bekerja. Bekerjalah dengan integritas, profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang kuat. Mari kita buktikan bahwa BUMD Kota Cirebon mampu menjadi kebanggaan, makin sehat, dan makin berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Andri Satria, mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan selama masa kepemimpinannya bersama Direktur Umum, Agung Astija.

Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah masih adanya masyarakat Kota Cirebon yang belum memperoleh akses air bersih secara optimal. Selain itu, belum seluruh pelanggan mendapatkan layanan air selama 24 jam.

“Memang tanggung jawab yang akan kita hadapi bersama Pak Dirum cukup berat. Masih cukup banyak masyarakat Kota Cirebon yang belum mendapatkan akses air bersih dan masih cukup banyak yang belum terlayani selama 24 jam,” kata Andri.

Ia menyebut, persoalan kehilangan air, cakupan pelayanan, dan kontinuitas menjadi tiga hal yang akan menjadi perhatian utama dalam lima tahun masa kepemimpinannya.

Terkait tingkat kehilangan air yang masih cukup tinggi, Andri mengatakan pihaknya akan berupaya menekan angka tersebut. Air yang berhasil diselamatkan dari kehilangan nantinya dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan pelayanan kepada masyarakat yang selama ini belum terlayani.

“Menurunkan kehilangan air menjadi salah satu target kita. Selisih air yang bisa kita dapatkan nantinya bisa kita gunakan untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat yang belum terlayani,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Andri mengatakan jajaran direksi akan melakukan konsolidasi internal selama satu bulan ke depan. Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memetakan kembali berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan, baik dari sisi pelayanan maupun pengelolaan internal.

“Kita akan melakukan konsolidasi di internal dan memetakan kembali permasalahan-permasalahan utama. Kita ingin memastikan semua persoalan bisa kita kumpulkan dan petakan selama satu bulan ke depan,” katanya.

Momentum tersebut juga bertepatan dengan proses penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) perusahaan untuk tahun mendatang.

“Hasil pemetaan persoalan akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dijalankan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *