Focus Group Discussion (FGD) dan Business Matching “Petambak Garam Butuh Dukungan Pemerintah Daerah dan Permodalan “

Cirebon, Ekonomi102 Dilihat
OJK Cirebon Dorong Perkembangan Industri Garam dan Ekonomi Daerah

CK 24 || Cirebon, 8Oktober 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus menunjukkan komitmen dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah. Fokusnya adalah penguatan potensi unggulan lokal dan optimalisasi dukungan sektor jasa keuangan. Sebagai bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), OJK Cirebon menginisiasi kolaborasi pentahelix guna memajukan sektor pergaraman di Kabupaten Cirebon, yang dianggap sebagai salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam hal produktivitas, nilai tambah, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.

Upaya konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Terfokus (FGD) dan Business Matching Akses Keuangan Pelaku Usaha Pergaraman dengan tema “Petambak Garam Naik Kelas: Sinergi Akses Keuangan dan Kemitraan Usaha”. Forum ini mempertemukan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, OJK, sektor jasa keuangan, pelaku usaha, mitra usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi pelaku usaha untuk bertemu dengan lembaga jasa keuangan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem pergaraman yang terintegrasi. Mulai dari aspek produksi, pembiayaan, penerapan teknologi, pengolahan produk, kemitraan bisnis, hingga akses ke pasar, semuanya menjadi bagian dari upaya menyeluruh ini.

Acara ini dihadiri oleh tokoh penting, seperti Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, S.E.; Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon Sudiharjo, S.AP., M.Pd.; Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Hj. Endang Sri Puji Astuti, S.Si., M.Si.; serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon Dangi, S.Si., M.Sc., M.T. Selain itu, turut hadir Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Republik Indonesia Putu Gede Indra Setyadi bersama para pelaku usaha dan pemangku kepentingan sektor pergaraman.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Cirebon menegaskan bahwa sektor pergaraman merupakan salah satu potensi ekonomi daerah yang perlu dikembangkan secara kolaboratif. Pemerintah Kabupaten Cirebon memberikan apresiasi atas inisiasi dari OJK Cirebon yang telah menghadirkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha sektor garam, asosiasi terkait, dan lembaga jasa keuangan. Menurutnya, pengembangan sektor ini tidak hanya berkisar pada peningkatan produksi garam semata, tetapi juga pada transformasi potensi tersebut menjadi kegiatan ekonomi yang produktif, berkelanjutan, bernilai tambah tinggi, serta memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.

“Melalui pendekatan pentahelix, OJK Cirebon berhasil mempertemukan berbagai elemen, yakni pemerintah, sektor jasa keuangan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan kebutuhan pelaku usaha dapat direspons secara lebih terpadu dan menyeluruh. Hal ini menjadi semakin krusial mengingat tantangan yang dihadapi pelaku usaha pergaraman tidak hanya sebatas kebutuhan akan modal. Pengembangan kapasitas produksi juga memerlukan dukungan teknologi, jaminan pasar, kemitraan strategis, penguatan kelembagaan usaha, peningkatan mutu produk, serta pendampingan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan *business matching* tidak hanya bertujuan mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan, melainkan juga menjadi pintu untuk membangun sinkronisasi antara potensi ekonomi daerah dengan sumber daya, pembiayaan, teknologi, serta jaringan pasar yang tersedia.,” Ujar Agus Kurniawan Budiman, S.E.

Ia menyatakan bahwa keberlanjutan forum sangat penting karena Kabupaten Cirebon memiliki wilayah pesisir sepanjang 79,23 kilometer yang terbentang di delapan kecamatan dan 36 desa, sehingga sektor pergaraman memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Wakil Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga menerima berbagai masukan mengenai perlunya regulasi yang memberikan kepastian bagi petambak garam, termasuk terkait harga dan tata kelola usaha. Masukan tersebut akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait dan disampaikan kepada Bupati Cirebon. “Kami akan menyampaikannya kepada Pak Bupati dan tentu saja akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama bagian hukum dan DPRD, agar regulasi tersebut dapat diwujudkan sehingga ada kepastian,” ujar Agus Kurniawan Budiman.

Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan bahwa sesuai dengan amanat UUP2SK, OJK memiliki tugas baru untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah sesuai dengan kebutuhan dan potensi ekonomi setempat. Untuk itu, OJK Cirebon melihat industri garam di Cirebon berpotensi menjadi salah satu pilar dalam pengembangan ekonomi daerah sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dimulai dari desa.

“Kami berharap kegiatan business matching ini bisa mempertemukan sektor jasa keuangan dengan pelaku usaha pergaraman, sehingga tercipta kerja sama yang nyata dan saling menguntungkan. Dengan kolaborasi yang kokoh, kami ingin membangun ekonomi mulai dari tingkat desa, untuk mendorong kemajuan Kabupaten Cirebon secara keseluruhan,” ujar Agus Muntholib.

Sinergi ini dilaksanakan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Cirebon dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Wakil Bupati Cirebon turut serta secara langsung dalam kegiatan diskusi kelompok terarah tersebut.“Tentunya ini menjadi salah satu sinergi yang sangat kuat untuk mendukung para petambak garam supaya mereka itu mengenal akses keuangan dan ketika memang sudah panen, akhirnya mereka memiliki tabungan karena masa panen itu bisa sampai 15 hingga 30 hari,” jelas Agus.

OJK Cirebon mendorong agar forum business matching tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan bagi petambak dan pengusaha garam agar produksi dapat diserap industri berkat off-taker dengan kebutuhan besar. Agus menegaskan pentingnya pendampingan agar produksi petambak juga masuk ke pasar industri.

Deputi Direktur OJK Pusat, Putu Gede Indra Setyadi, menjelaskan bahwa pendekatan pentahelix diharapkan membuka akses pembiayaan sesuai karakteristik usaha dengan prinsip kehati-hatian. Ini bertujuan mendorong kemitraan usaha untuk keberlanjutan dan peningkatan skala. Business matching membuka akses layanan keuangan dan ekosistem finansial close-loop untuk keberlanjutan produksi dan penyerapan garam.

Peserta business matching menunjukkan antusiasme. Pelaku usaha siap meningkatkan produktivitas dan memenuhi kebutuhan garam industri di tingkat nasional, meski membutuhkan dukungan permodalan, teknologi, kualitas produksi, dan kepastian pasar.

Dukungan sektor jasa keuangan diharapkan hadir melalui kemitraan usaha, pendampingan, peningkatan kapasitas, dan akses pasar. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain penting untuk kepastian pasar dan daya saing produksi lokal. Kebijakan dan infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan peluang usaha pergaraman di Cirebon.

Pengembangan sektor garam merupakan langkah OJK Cirebon mengimplementasi PED berbasis potensi lokal. OJK Cirebon akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan produktivitas, daya saing, akses pembiayaan, kemitraan, dan kontribusi ekonomi petambak garam di Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *