
Kota Cirebon CK 24 – Pemerintah Kota Cirebon terus berkomitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih melalui berbagai langkah konkret di lapangan. Salah satu upaya nyata dilakukan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, dengan meninjau langsung situasi pemenuhan kebutuhan air bersih di Blok Cadas Ngampar RW 08 Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, pada hari Senin, 3 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat tentang penurunan pasokan air selama musim kemarau. Sebagai respon cepat, Pemerintah Kota Cirebon melibatkan beberapa perangkat daerah untuk melakukan survei dan mempersiapkan langkah-langkah penanganan agar kebutuhan air bersih tetap dapat dipenuhi.
Siti Farida Rosmawati, Wakil Wali Kota Cirebon, menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam mempercepat penyelesaian masalah ini. Setelah kondisi lapangan dikonfirmasi, BPBD dan PDAM Kota Cirebon segera bergerak untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah menerima informasi dari warga, kami bersama perangkat daerah terkait langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya. Hasil survei itu kemudian langsung ditindaklanjuti oleh BPBD dan PDAM agar kebutuhan air bersih masyarakat di Cadas Ngampar bisa segera terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kapasitas bak penampungan yang tersedia di lokasi. Untuk sementara, pasokan direncanakan sebanyak tiga mobil tangki setiap pekan dengan total volume sekitar 15 ribu liter.
“Perhitungan sementara, bak penampungan yang ada mampu menampung sekitar 15 ribu liter air. Karena itu, distribusinya direncanakan tiga mobil tangki setiap minggu agar kebutuhan warga tetap dapat terlayani,” jelasnya.
Selain penyaluran air bersih melalui mobil tangki, Pemerintah Kota Cirebon juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pengembangan jaringan perpipaan. Saat ini, jaringan yang tersedia baru dapat melayani sekitar 90 kepala keluarga sehingga perlu dilakukan penambahan agar cakupan pelayanan semakin luas.
Wakil Wali Kota menegaskan, penyediaan air bersih akan terus menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika musim kemarau menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah. Menurutnya, pelayanan dasar kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
“Setiap musim kemarau tentu memiliki tantangan tersendiri. Karena itu pemerintah akan terus berupaya menghadirkan solusi terbaik agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih. Ini merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan berkaitan langsung dengan kesehatan serta aktivitas sehari-hari warga,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RW 08 Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Khaerudin, menjelaskan bahwa wilayahnya sebenarnya tidak mengalami kekeringan. Namun, musim kemarau yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit air dari sumur maupun sumur bor yang selama ini dimanfaatkan warga mengalami penurunan.
“Kalau disebut kekeringan sebenarnya tidak. Hanya saja, saat kemarau panjang debit air dari sumur dan sumur bor memang berkurang, sehingga pasokan air yang digunakan warga sehari-hari menjadi lebih terbatas,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Cirebon yang segera merespons kebutuhan masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih. Menurutnya, langkah tersebut sangat membantu, khususnya bagi warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Selain itu, Khaerudin berharap pemerintah juga dapat meningkatkan kapasitas jaringan perpipaan yang sudah ada. Ia menilai ukuran pipa saat ini masih terlalu kecil sehingga aliran air ke rumah-rumah warga belum berjalan optimal.
“Kami berharap jaringan perpipaan yang ada bisa ditingkatkan dengan menggunakan pipa berukuran lebih besar. Dengan begitu, distribusi air ke rumah-rumah warga akan lebih lancar dan jangkauan pelayanannya juga bisa semakin luas,” katanya.
Menurut Khaerudin, distribusi air bersih yang dilakukan saat ini diprioritaskan bagi warga RT 05 yang paling terdampak keterbatasan pasokan air. Sementara itu, jumlah penduduk di RW 08 secara keseluruhan mencapai sekitar 3.800 jiwa.
“Untuk sementara penyaluran air diprioritaskan bagi warga di sekitar RT 05 yang memang paling membutuhkan. Sedangkan jumlah penduduk di RW 08 secara keseluruhan kurang lebih mencapai 3.800 jiwa,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kualitas air tanah di sebagian besar wilayah RW 08 masih tergolong baik dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi berbeda ditemukan di kawasan Blok Masjid RT 05 yang memiliki kandungan garam cukup tinggi sehingga air sumurnya kurang layak dijadikan sumber air bersih.
“Sebagian besar wilayah di sini masih memiliki kualitas air yang cukup baik. Hanya di kawasan Blok Masjid RT 05 air sumurnya cenderung asin, sehingga warga di wilayah itu memang membutuhkan pasokan air bersih tambahan,” pungkasnya.
(uki)
















