
CK 24 || Kota Cirebon – Penguatan kinerja birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Kota Cirebon. Untuk mendukung hal tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik tiga pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, Selasa (03/11/2026). Pelantikan berlangsung di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon.
Tiga pejabat yang dilantik masing-masing mengisi jabatan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cirebon, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Cirebon, serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi ASN pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penataan organisasi sekaligus penguatan peran aparatur dalam menjalankan roda pemerintahan. Melalui penempatan pejabat pada posisi strategis tersebut, diharapkan koordinasi, pelaksanaan program, dan kualitas pelayanan di masing-masing perangkat daerah dapat berjalan semakin optimal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa jabatan yang diberikan bukan sekadar penugasan struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan dedikasi, integritas, serta kesungguhan dalam mendukung kemajuan Kota Cirebon.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat administrator yang baru saja diambil sumpahnya. Jabatan ini merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja keras dan dedikasi penuh. Saya ingin kepercayaan ini diwujudkan melalui kinerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Kota
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini terkesan kaku menjadi lebih responsif, ramah, dan mampu memberikan solusi atas kebutuhan warga.
Ia juga mengingatkan agar setiap proses pelayanan tidak dipersulit ataupun ditunda apabila sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Masyarakat, lanjutnya, memiliki hak untuk memperoleh pelayanan yang setara, tepat waktu, dan tidak berbelit-belit.
Selain peningkatan pelayanan, Wali Kota meminta para pejabat administrator untuk mengambil peran sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi. Posisi administrator memiliki tanggung jawab penting dalam menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi pelaksanaan program yang konkret di lapangan.
Karena itu, kekompakan tim, pembinaan terhadap staf, serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat perlu menjadi perhatian. Ia ingin setiap aparatur mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan dihargai berdasarkan kapasitas, inovasi, serta hasil kerja yang ditunjukkan.
“Jangan hanya menjalankan rutinitas yang monoton. Saya ingin para pejabat mampu menciptakan terobosan, membuka ruang diskusi, dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Waktu kita untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Cirebon sangat berharga. Pastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, BKPSDM Kota Cirebon menilai pengisian jabatan administrator memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan efektivitas organisasi perangkat daerah. Para pejabat yang dilantik diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab baru, sekaligus membangun koordinasi yang baik di lingkungan kerjanya.
Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi, menyampaikan bahwa pejabat administrator memiliki posisi strategis dalam memastikan kebijakan organisasi dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan yang terukur. Oleh karena itu, kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kemampuan kepemimpinan harus terus diperkuat agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai target.
“Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat untuk meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing. Kami juga mendorong agar mereka terus mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, seluruh upaya penguatan aparatur ini harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Budi.
Budi juga menjelaskan Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap ketiga pejabat dapat segera menjalankan amanah dengan optimal. Penguatan kapasitas aparatur dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil diharapkan mampu mendorong birokrasi yang semakin adaptif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya juga berharap setiap langkah pembenahan di lingkungan pemerintahan tidak berhenti pada penataan organisasi semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan Kota Cirebon yang semakin maju,” Tuturnya.







