
CK 24 || Kota Cirebon – Komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menghadiri sekaligus menerima penghargaan kategori nominasi Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik Tingkat Kota se-Nasional Tahun 2026, dalam rangkaian puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui kegiatan Financial Expo (FinExpo) 2026, Sabtu (31/10/2026), di Grage Mall Cirebon.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Kepala Daerah se-wilayah Ciayumajakuning, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan sektor keuangan.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam mendorong literasi keuangan melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi dengan lembaga terkait. Di tengah perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat, kemampuan masyarakat dalam memahami produk dan layanan keuangan menjadi semakin penting, bukan hanya untuk mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga untuk melindungi diri dari risiko penipuan dan praktik keuangan yang merugikan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan apresiasi kepada OJK Cirebon yang secara konsisten menginisiasi rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan. Menurutnya, FinExpo 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, dan pelaku industri dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan.
“Literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dari upaya kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akses keuangan tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus dapat dijangkau dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih siap mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terhindar dari berbagai risiko,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan, pemerataan akses keuangan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan erat dengan kesempatan masyarakat untuk mengembangkan usaha, mengelola pendapatan, serta meningkatkan taraf hidup. Karena itu, upaya memperluas akses layanan keuangan perlu disertai edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan tersebut secara produktif.
Wali Kota juga menilai bahwa kemajuan teknologi dan digitalisasi sektor keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Tanpa bekal pengetahuan yang cukup, masyarakat berisiko mengambil keputusan yang kurang tepat, termasuk terjebak dalam penipuan berkedok investasi maupun layanan keuangan ilegal.
Atas penghargaan yang diterima, Wali Kota menyampaikan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari upaya yang telah dilakukan, melainkan menjadi dorongan untuk memperluas jangkauan program literasi keuangan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi dan layanan keuangan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program literasi keuangan yang lebih inklusif dan tepat sasaran, termasuk bagi kelompok rentan. Kami ingin masyarakat Kota Cirebon semakin cakap dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman, dan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menjelaskan bahwa FinExpo 2026 merupakan bagian dari puncak rangkaian Bulan Inklusi Keuangan yang telah diinisiasi OJK sejak 2016. Selama satu dekade penyelenggaraannya, kegiatan ini terus diarahkan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong agar layanan keuangan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Agus, perluasan inklusi keuangan tidak hanya menyangkut ketersediaan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat dari berbagai latar belakang memperoleh kesempatan yang sama untuk memanfaatkannya.
“Melalui Bulan Inklusi Keuangan, kami ingin memastikan bahwa akses terhadap layanan keuangan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Karena itu, kolaborasi OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Agus.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan FinExpo 2026 tidak hanya diisi dengan edukasi dan sosialisasi keuangan, tetapi juga berbagai kompetisi, talkshow literasi keuangan, serta pameran lembaga jasa keuangan, perumahan, dan otomotif. Beragam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga mengedepankan semangat inklusivitas dengan melibatkan penyandang disabilitas. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan bahwa kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan dan keterbatasan tertentu tetap memperoleh ruang, kesempatan, dan akses yang setara.











